Efek Sinergis dari Kombinasi Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica) dan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Meningkatkan Fungsi Memori
Main Article Content
Abstract
Otak merupakan pusat syaraf yang sangat berpengaruh terhadap respon anak untuk melihat, mendengar, berpikir, dan melakukan gerakan. Terganggunya fungsi kognitif mengakibatkan terhambatnya perkembangan pertumbuhan dan mempengaruhi kualitas masa depannya khususnya kecerdasannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak herba pegagan (Centella asiatica) dan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam meningkatkan fungsi memori dan pembelajaran. Metode yang dilakukan adalah Radial 8-arm maze test yang digunakan untuk mengetahui adanya brain disorder yang berupa defisit pada pembelajaran dan memori serta menggunakan Passive avoidance test untuk mengetahui memori dan fungsi kognitif otak. Histopatologi otak diperiksa dengan menghitung jumlah sel neuron pada CA 1, CA 3 dan DG. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak herba pegagan dan daun kelor perbandingan 1:1 meningkatkan fungsi memori dan pembelajaran. Hasil histopatologi otak menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak aman untuk digunakan
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The authors retain the copyright and grant the journal the right of first publication simultaneously under the Creative Commons Attribution License. This license allows others to share the work with proper acknowledgment of authorship and initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to deposit their articles in institutional repositories, on their personal websites, or in other online repositories after the article has been published in JSFK.
References
. Khadijah. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Kelompok Penebit Perdana Mulya Sarana. Medan; 2016.
. Yadika AND, Berawi KN, Nasution SH. Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar. Jurnal Majority. 2019,273-282.
. Aurora WID, Sitorus RJ, Flora R. Perbandingan Skor IQ (Intellectual Question) Pada Anak Stunting dan Normal. Jurnal Jambi Medical Journal. 8(3). 2020.19-25.
. Nimah K, Nadiroh SR. Faktoryang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Media Gizi Indonesia. 10(1). 2015.13-19.
. Herlina. Pengaruh Triterpen TotalPegagan (Centella Asiatica(L)Urban) Terhadap Fungsi Kognitif Belajar dan Mengingat Pada Mencit jantan Albino(Mus Musculus). Jurnal Penelitian Sains. 2010. 10(6).20-24.
. Herlina, Hutasoit L. Pengaruh Senyawa Murni Dari Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban) Terhadap Fungsi Kognitif Belajar dan Mengingat Dan Efek Toksisitas Pada Mencit (Mus Musculus) Betina.
. Vinolina NS, Singh N, Napitupulu JA, Siregar LAM, Nainggolan M. Analysis of Centelloside Of Pegagan (Centella Asiatica). The 2nd International Conference On Multidisciplinary Research (Icmr). 2013. 324-8.
. Kusuma AM, Wahyuningrum R, Widyati T. Aktivitas Anti hiperurisemia Ekstrak Etanol Herba Pegagan Pada Mencit Jantan Dengan Induksi Kafein. Jurnal Pharmacy. 2014. 11(1).62-74.
. Sutardi. Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan Dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem ImunTubuh. Jurnal Litbang Pertanian. 2016. 35(3).121-130.
. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat Dan Makanan. Parameter Standarisasi Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2000.
. Muchtarohmah B, Umami LR. Efek Farmakologi Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban) Sebagai Suplemen pemacu Daya Ingat. Prosiding Seminar nasional from basic Science To Comprehensive Education. 2016.1-3.
. Aminah S, Ramdhan T, Yanis M. Kandungan Nutrisi Dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa Oleifera). Bulletin Pertanian Perkotaan. 2015. 5(2). 35-44.
. Krisnadi D. Kelor Super Nutrisi.1st Ed. Blora: Pusat Informasi Dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia. 2012, H1-126.