Optimasi Nanoemulsi Natrium Askorbil Fosfat melalui Pendekatan Design of Experiment (Metode Box Behnken)
Main Article Content
Abstract
Penghantaran senyawa hidrofilik secara transkutan memiliki keterbatasan karena permeabilitas rendah sehingga sulit dalam menembus lapisan stratum corneum (SC). Natrium askorbil fosfat (NAF) merupakan salah satu senyawa turunan vitamin C yang sangat hidrofil dan permeabilitas rendah terhadap lapisan kulit. Sebagaimana vitamin C, NAF dapat berfungsi sebagai antioksidan juga memiliki aktivitas sebagai antikerut karena dapat memicu pertumbuhan kolagen pada fibroblast. NAF dibuat dalam nanoemulsi, karena sediaan dengan ukuran globul yang kecil diharapkan dapat menembus lapisan SC dan membawa zat aktif berpenetrasi ke dalam lapisan kulit. Optimasi formulasi nanoemulsi dilakukan melalui pendekatan statistik design of experiment (DoE) yang terdiri dari desain faktorial dan respon surface methods (RSM hingga diperoleh hasil yang lebih efektif dan efisien. Komposisi minyak (VCO), surfaktan (Tween 80), ko surfaktan (PEG 400) dan proses pengadukan (waktu dan kecepatan) merupakan faktor yang berperan dalam optimasi formulasi. Penentuan faktor tersebut melalui desain eksperimen 2 level factorial dan dilanjutkan dengan metode Box Behnken menggunakan perangkat lunak Minitab 17. Parameter yang diamati adalah ukuran globul dan indeks polidispersitas. Berdasarkan hasil optimasi diperoleh nilai VCO 10% dan kombinasi surfaktan 24%, waktu dan kecepatan pengadukan 5 menit, 200 rpm memberikan ukuran globul ±180 nm dan indeks polidispersitas dibawah 0,5.
Â
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The authors retain the copyright and grant the journal the right of first publication simultaneously under the Creative Commons Attribution License. This license allows others to share the work with proper acknowledgment of authorship and initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to deposit their articles in institutional repositories, on their personal websites, or in other online repositories after the article has been published in JSFK.