Formulasi Liposom Ekstrak Terpurifikasi Centella asiatica Menggunakan Fosfatidilkolin dan Kolesterol
Main Article Content
Abstract
Penelitian mengenai pembuatan liposom ekstrak terpurifikasi Centella asiatica menggunakan fosfatidilkolin dan kolesterol telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi atau perbandingan yang ideal antara ekstrak terpurifikasi Centella asiatica dengan fosfatidilkolin dan pengaruh penambahan kolesterol terhadap liposom yang dihasilkan. Metoda pembuatan liposom yang digunakan adalah hidrasi lapis tipis. Rasio ekstrak dengan fosfatidilkolin dibuat tiga variasi formula: F1 (1:40 b/b), F2 (1:60 b/b), F3 (1:100 b/b). Lapis tipis lipid F2 paling mudah dihidrasi. Hasil hidrasi ketiga formula menunjukkan suspensi liposom yang bewarna putih susu. Kemudian dibuat tiga formula dengan penambahan kolesterol yaitu FK1 (1:30:30 b/b), FK2 (1:20:40 b/b), FK3 (1:10:50 b/b). Hasil pengamatan suspensi liposom menggunakan SEM (scanning electron microscope) menunjukkan morfologi vesikel berbentuk sferis. Lapis tipis lipid FK1 mudah dihidrasi dan tidak menggumpal. FK1 memiliki daya penjerapan terbesar. Vesikel liposom yang mengandung kolesterol tidak mengalami perubahan warna setelah disimpan selama 6 bulan, sedangkan yang tidak mengandung kolesterol, warnanya menjadi kekuningan.
Article Details
The authors retain the copyright and grant the journal the right of first publication simultaneously under the Creative Commons Attribution License. This license allows others to share the work with proper acknowledgment of authorship and initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to deposit their articles in institutional repositories, on their personal websites, or in other online repositories after the article has been published in JSFK.