Profil Ketoksikan Akut SNEDDS Propolis

Main Article Content

Arba Pramundita Ramadani
Yandi Syukri
Sherina Nabila Putri Hakim
Annisa Fitria

Abstract

Propolis memiliki efek imunostimulan yang tinggi namun tidak larut air dan memiliki bioavailabilitas yang rendah. Formulasi propolis dalam bentuk SNEDDS terbukti mampu meningkatkan aktivitas imunostimulannya, namun juga memberikan potensi ketoksikan dikarenakan kecilnya ukuran partikel nano dan akumulasi nya di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ketoksikan akut SNEDDS propolis. Dengan metode standar OECD 425, tikus Wistar jantan digunakan sebagai hewan uji. Pengujian diawali dengan uji batas dosis 2000 mg/kgBB dan dilanjutkan uji utama yang diawali dengan dosis 175 mg/kgBB serta mengikuti faktor 1,3 untuk kenaikan maupun penurunan dosisnya. Pengamatan gejala klinis ketoksikan secara intensif dilakukan 4 jam pertama setelah pemejanan dan dilanjutkan secara periodik mulai 24 jam hingga 14 hari dengan pengukuran berat badan tiap minggunya. Pada akhir penelitian, tikus dikorbankan dan diisolasi hepar maupun ginjalnya untuk pembuatan preparat histopatologis. Hasil uji menunjukkan tidak adanya gejala ketoksikan, berat badan hewan uji meningkat dan nilai LD50 > 2000 mg/kgBB. Pengamatan histopatologis juga tidak menemukan adanya abnormalitas di hepar maupun ginjal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa SNEDDS propolis tidak menimbulkan efek koetoksikan akut pada tikus jantan secara per oralPropolis memiliki efek imunostimulan yang tinggi namun tidak larut air dan memiliki bioavailabilitas yang rendah. Formulasi propolis dalam bentuk SNEDDS terbukti mampu meningkatkan aktivitas imunostimulannya, namun juga memberikan potensi ketoksikan dikarenakan kecilnya ukuran partikel nano dan akumulasi nya di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ketoksikan akut SNEDDS propolis. Dengan metode standar OECD 425, tikus Wistar jantan digunakan sebagai hewan uji. Pengujian diawali dengan uji batas dosis 2000 mg/kgBB dan dilanjutkan uji utama yang diawali dengan dosis 175 mg/kgBB serta mengikuti faktor 1,3 untuk kenaikan maupun penurunan dosisnya. Pengamatan gejala klinis ketoksikan secara intensif dilakukan 4 jam pertama setelah pemejanan dan dilanjutkan secara periodik mulai 24 jam hingga 14 hari dengan pengukuran berat badan tiap minggunya. Pada akhir penelitian, tikus dikorbankan dan diisolasi hepar maupun ginjalnya untuk pembuatan preparat histopatologis. Hasil uji menunjukkan tidak adanya gejala ketoksikan, berat badan hewan uji meningkat dan nilai LD50 > 2000 mg/kgBB. Pengamatan histopatologis juga tidak menemukan adanya abnormalitas di hepar maupun ginjal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa SNEDDS propolis tidak menimbulkan efek koetoksikan akut pada tikus jantan secara per oral

Article Details

How to Cite
Ramadani, A. P., Syukri, Y., Hakim, S. N. P., & Fitria, A. (2022). Profil Ketoksikan Akut SNEDDS Propolis. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 9(2), 105–110. https://doi.org/10.25077/jsfk.9.2.105-110.2022
Section
Research Articles

References

Khanna K, Kohli SK, Kaur R, Bhardwaj A, Bhardwaj V, Ohri P, et al. Herbal immune-boosters: Substantial warriors of pandemic Covid-19 battle. Phytomedicine 2021;85:153361-.

Al-Hariri M. Immune's-boosting agent: Immunomodulation potentials of propolis. J Family Community Med 2019;26(1):57-60.

Katarzyna W, Gorska A, Antosik K, Lugowska K. Immunomodulatory Effects of Propolis and its Components on Basic Immune Cell Functions. Indian J Pharm Sci 2019;81.

Omene C, Kalac M, Wu J, Marchi E, Frenkel K, O'Connor OA. Propolis and its Active Component, Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Modulate Breast Cancer Therapeutic Targets via an Epigenetically Mediated Mechanism of Action. J Cancer Sci Ther 2013;5(10):334-42.

Park JH, Lee JK, Kim HS, Chung ST, Eom JH, Kim KA, et al. Immunomodulatory effect of caffeic acid phenethyl ester in Balb/c mice. Int Immunopharmacol 2004;4(3):429-36.

Gao W, Wu J, Wei J, Pu L, Guo C, Yang J, et al. Brazilian green propolis improves immune function in aged mice. J Clin Biochem Nutr 2014;55(1):7-10.

Di Pierro F, Zanvit A, Colombo M. Role of a proprietary propolis-based product on the wait-and-see approach in acute otitis media and in preventing evolution to tracheitis, bronchitis, or rhinosinusitis from nonstreptococcal pharyngitis. Int J Gen Med 2016;9:409-14.

Fitria A, Hanifah S, Chabib L, Uno AM, Munawwarah H, Atsil N, et al. Design and characterization of propolis extract loaded self-nano emulsifying drug delivery system as immunostimulant. Saudi Pharmaceutical Journal 2021;29(6):625-34.

Ai J, Biazar E, Jafarpour M, Montazeri M, Majdi A, Aminifard S, et al. Nanotoxicology and nanoparticle safety in biomedical designs. Int J Nanomedicine 2011;6:1117-27.

Vega-Villa KR, Takemoto JK, Yáñez JA, Remsberg CM, Forrest ML, Davies NM. Clinical toxicities of nanocarrier systems. Adv Drug Deliv Rev 2008;60(8):929-38.

Juluri R, Vuppalanchi R, Olson J, Unalp A, Van Natta ML, Cummings OW, et al. Generalizability of the nonalcoholic steatohepatitis Clinical Research Network histologic scoring system for nonalcoholic fatty liver disease. J Clin Gastroenterol 2011;45(1):55-8.

Nurqolbiah E, Kusharyanti I, Nurbaeti SN. Uji Toksisitas Fraksi Air Impatiens balsamina Pada Tikus Betina Galur Sprague Dawley. Pharmaceutical Sciences and Research 2014;1:16-29.

Abozaid O, Shawi O, Aziza S, Abu-Elazm A. Safety and /or Toxicity of Acute Dual Propolis and Ginger co-treatment in female albino Rats A B S T R A C T. 2019.

Chapman K, Sewell F, Allais L, Delongeas JL, Donald E, Festag M, et al. A global pharmaceutical company initiative: an evidence-based approach to define the upper limit of body weight loss in short term toxicity studies. Regul Toxicol Pharmacol 2013;67(1):27-38.

Hoffman WP, Ness DK, van Lier RBL. Analysis of Rodent Growth Data in Toxicology Studies. Toxicological Sciences 2002;66(2):313-9.

da Silva RO, Andrade VM, Bullé Rêgo ES, Azevedo Dória GA, Santos Lima BD, da Silva FA, et al. Acute and sub-acute oral toxicity of Brazilian red propolis in rats. J Ethnopharmacol 2015;170:66-71.

OECD. Test No. 425: Acute Oral Toxicity: Up-and-Down Procedure2008.

Wolfram J, Zhu M, Yang Y, Shen J, Gentile E, Paolino D, et al. Safety of Nanoparticles in Medicine. Curr Drug Targets 2015;16(14):1671-81.

Pokharkar V, Dhar S, Bhumkar D, Mali V, Bodhankar S, Blv P. Acute and Subacute Toxicity Studies of Chitosan Reduced Gold Nanoparticles: A Novel Carrier for Therapeutic Agents. Journal of biomedical nanotechnology 2009;5:233-9.

Pan Y, Neuss-Stein S, Leifert A, Fischler M, Wen F, Simon U, et al. Size-Dependent Cytotoxicity of Gold Nanoparticles. Small (Weinheim an der Bergstrasse, Germany) 2007;3:1941-9.

Puri P, Sanyal AJ. Nonalcoholic fatty liver disease: Definitions, risk factors, and workup. Clin Liver Dis (Hoboken) 2012;1(4):99-103.