Kajian Regimen Dosis Penggunaan Obat Asma pada Pasien Pediatri Rawat Inap di Bangsal Anak RSUP. Dr. M. Djamil Padang

Rahmi Yosmar, Meri Andani, Helmi Arifin

Abstrak


Telah dilakukan penelitian tentang kajian regimen dosis penggunaan obat asma pada pasien pediatri rawat inap di bangsal anak RSUP. DR. M. Djamil Padang yang bertujuan untuk membandingkan kesesuaian regimen dosis obat asma yang diberikan dengan regimen dosis pada literatur. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan teknik konsekutif sampling. Sampel diperoleh dari data rekam medik pasien selama tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prednison, Combivent® dan Ambroxol memenuhi tepat dosis pemberian 100%, Deksametason 7,14%, Salbutamol 75%, dan pemberian teofilin tidak ada yang tepat dosis. Untuk kriteria rute pemberian 100% dinyatakan tepat untuk semua obat. Sedangkan untuk kriteria interval pemberian, Deksametason, Prednison, Salbutamol, Teofilin, dan Ambroxol dinilai 100% tepat interval, namun Combivent® hanya 95,24%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dosis dan interval pemberian obat asma belum sepenuhnya sesuai dengan literatur, sedangkan untuk rute pemberian dinilai sudah sesuai dengan literatur. 


Kata Kunci


asma; pediatri; regimen dosis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Global Initiative for Asthma (GINA). (2011). Global Strategy for Ashtma Management and Prevention. Cape Town: University of Cape Town Lung Institute.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2011). Vital Signs: Asthma Prevalence, Disease Characteristic, and Self-Management Education United States 2001 - 2009. Morbidity and Mortality Weekly Report. 60(17), 547-52.

Depkes RI. (2007b). Pharmaceutical Care untuk Penyakit Asma. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Imelda, S., Faisal, Y., & Wiwien, H.W. (2007). Hubungan Derajat Asma dengan Kualitas Hidup yang Dinilai dengan Asthma Quality of Life Questionnaire. Majalah Kedokteran Indonesia, 57(12), 435-445.

Barnes, NC., Crompton, GK. (1999). Pulmonary Disease. London, McGraw-Hill.

National Heart Lung and Blood Institute (NHLBI). (2002). Difinition. In: Global Initiative for Asthma.

Depkes RI. (2008). Riset Kesehatan Dasar. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Afdal, Yani, FF., Basir, D. (2009). Faktor Resiko Asma pada Murid Sekolah Dasar Usia 6-7 tahun di Kota Padang Berdasarkan Kuisioner International Study of Asthma and Allergies in Childhood yang Dimodifikasi. Padang, Departemen of Child Health,Faculty of Medicine, Andalas University.

Mangunnegoro, H. (1991). Diagnosa Penatalaksanaan Asma. Cermin Dunia Kedokteran. (69), 50-54.

Yunus, F. (1992). Prinsip Dasar dan Peranan Terapi Inhalasi. Medika, 18(1), 25-31.

Chung, KF., Clark TIH. (1992). Corticosteroids. In: Asthma 3rd ed. Clark, Goffrey and Lee. London, Chapman & Hall Medical, 416–48.

Rahajo, N. (2004). Pedoman Nasional Asma Anak. UKK Pulmonologi PP IDAI. UKK Pulmonologi.

Tjay, T. H., dan Rahardja, K. (2007). Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan, dan Efek-Efek Sampingnya Edisi ke VI. Jakarta, PT Elex Media Komputindo.

Depkes RI. (2007a). Pelayanan Informasi Obat. Jakarta, Depkes RI.

Ari, E., Azalia Arif. (2008). Obat Lokal. In Farmakologi dan Terapi. Edisi V. Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Rowley, S., Asher, I., & Cooper, D. Salbutamol. (2003). 2, (2 screens).

Dipiro, J.T., Robert, L.T., Gary, C.Y., Gary, R.M., Barbara, G.W., L.Michael, P. (2008). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach Seventh Edition. USA, The Mc. Graw Hill Company Page.




DOI: https://doi.org/10.29208/jsfk.2015.2.1.48

Article Metrics

Abstract view : 3160 times
PDF view/download : 2107 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

 Google Scholar      

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.