Identifikasi Type Human Papillomavirus (HPV) pada Penderita Kanker Serviks

Marlina Marlina, Yufri Aldi, Andani Eka Putra, Densi Selpia Sopianti, Dewi Gulyla Hari, Arfiandi Arfiandi, Akmal Djamaan, Rustini Rustini

Abstrak


Human Papillomavirus (HPV) merupakan faktor resiko yang paling signifikan penyebab dari kanker serviks. Tujuan penelitian ini untuk identifikasi tipe HPV 16, 18, 31, 33, 45 dan 52 pada pasien kanker serviks. HPV tipe ini merupakan deretan HPV tipe high risk yang dapat menyebabkan kanker serviks. Total sampel sebanyak 78 diisolat DNAl yang berasal dari FFPE, apusan serviks dan jaringan segar kanker serviks yang diperoleh dari RSUP. Dr. M Djami., Padang dan RSUD. Achmad Arifin, Pekanbaru. Deteksi DNA HPV dilakukan dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer universal GP5+/6+. Tipe HPV yang diidentifikasi dengan metode PCR dengan primer spesifik. Total tipe sampel yang didapat bervariasi dengan konsentrasi antara 0,9-645 ng/ml dengan kemurnian DNA sesuai dengan kemurnian yang ditetapkan untuk amplifikasi PCR. Hasil penelitian dari 78 sampel penderita kanker serviks, 42 sampel (54 %) teridentifikasi DNA HPV. HPV type 18 lebih mendominasi dan disusul HPV type 16 dibandingkan dengan type lainnya yaitu dengan persentase 40,4 % dan 28,5%.  HPV type 45 (7,1%), HPV type 52 (2,3%) dan HPV 31 dan HPV type 33 tidak terdeteksi.

Kata Kunci


Kanker serviks, DNA HPV; type HPV

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bernard HU. (2004). The clinical importance of the nomenclatur, evolution, and taxonomy of human papillomaviruses. Clin Virol (32),1-6.

Bruni, L., Barrionuevo-Rosas, L., Serrano, B., Brotons, M., et al. (2014). Human papillomavirus and Related diseases report in Indonesia. Barcelona : ICO Information Center on HPVand Cancer.

Calvagna, M. (2007). Diagnosis of Cervical Cancer. American Cancer Society website.http://www.cancer.org (12 Januari 2015).

Conway, M.J., & Meyers C. (2009). Replication and Assembly of Human Papillomaviruses. J Dent Res, 88 (4): 307-317.

Kepmenkes. (2013). Pusat Data dan Informasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Munoz, N., Bosch, F.X., de Sanjose, S. (2003). Epidemiologic classification of Human papillomavirus types associated with cervical cancer. The New Engl J Med, 348(6), 518-27.

Paavonen J. (2007). Human Papillomavirus Infection and the Development of Cervical Cancer and Related Genital Neoplasia. International Journal of Infectious Disease, 11(Suplement 2): 5359.

Parkin, D,. M & Bray, F. (2006). The burden of HPV-related cancers. Vaccine, 24,11-25.

Rizkiany, H. N. (2013). Identifikasi karakter aromatik berdasarkan PCR dan organoleptik BC3F2 ciherang x mentikwangi. (Skripsi). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sambrook, J., Russel, D.W. (1989). Molecular cloning, A Laboratory manual 2nd Edition. New York: Cold-spring Harbour Laboratory Press.

Thermo Scientific. (2011). Assesment of nucleic acid purity. T042-Technical Bulletin Nano Drop Spectrophotometers. New York: Wilmington

Venuti, A., Paolini, F., Nasir, L., Corteggio, A., Roperto, S., Campo, M. S., & Borzacchiello, G. (2011). Papillomavirus E5: the smallest oncoprotein with many functions. Molecular Cancer, 10(1), 1.




DOI: https://doi.org/10.29208/jsfk.2016.3.1.100

Article Metrics

Abstract view : 1241 times
PDF view/download : 955 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

 Google Scholar         

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.