Formulasi Tablet Lepas Lambat Natrium Diklofenak Menggunakan Pati Pisang Kepok (Musa balbisiana L) Sebagai Matriks

Deni Anggraini, Anita Lukman, Ria Mulyani

Abstrak


Telah dilakukan formulasi tablet lepas lambat Natrium Diklofenak menggunakan matriks pati pisang kepok dan natrium karboksil metil selulosa sebagai pembandingnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah sediaan lepas lambat yang dibuat dengan matriks pati pisang kepok memenuhi persyaratan tablet lepas lambat. Hasil uji disolusi menunjukan formula I (Pati Pisang Kepok) terdisolusi sebesar 110,24 %, formula II (Natrium Karboksil Metil Selulosa) sebesar 39,04 % dalam waktu 8 jam. Dari hasil uji disolusi menunjukan bahwa pati pisang kepok belum memenuhi persyaratan sebagai matriks karena belum dapat memperlambat laju disolusi. Kinetika pelepasan zat aktif dari matriks antara kedua formula mengikuti persamaan Higuchi.

Kata Kunci


matriks; lepas lambat; pati; pisang kepok

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Cunningham, C.R. (1999). Maize starch and superdisintegrants in direct compression formulation. Pharm Manufac Rev, 12, 22-24.

Winarno, F. G. (1989). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Prabawati, S., Suyanti dan Setyabudi, A. D. (2008). Teknologi Pasca Panen dan Teknik Pengolahan Buah Pisang. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Republika. (2005). Pisang buah kehidupan (online) http://www.republica.co.id.htm/ diakses 2 Februari 2007.

Republika. (2006). Pisang si kaya gizi dan khasiat (online) http://www.republica.co.id.htm/ diakses 2 Februari 2007.

Junita, S. (2012). Isolasi Dan Uji Sifat Fisikokimia Pati Pisang Kepok ( Musa balbisiana). Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi. Pekanbaru

Zobel HF, AM Stephen. (1995). Starch: Structure Analysis and Application, Marcel Dekker Inc, NewYork.

Ansel, H, C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi , Edisi IV. UI Press, Jakarta

Shargel, L., Susanna W, P., Andrew, B.C. (2005). Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics, 5th edition, McGraw Hill, Singapore.

Ganiswara, G.S. (1995). Farmakologi dan Terapi. Edisi keempat. Jakarta. bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Chuasuwan, B., Binjesoh, V., Polli, J. E., Zhang, H., Amidon, G. L., Junginger, H. E., ... & Barends, D. M. (2009). Biowaiver monographs for immediate release solid oral dosage forms: Diclofenac sodium and diclofenac potassium. Journal of pharmaceutical sciences, 98(4), 1206-1219.

Susanti, L & Sapitri R. I. (2008). Penggunaan Pati Pisang Sebagai Bahan Penghancur pada Pembuatan Tablet Antalgin. Jurnal Kimia dan Teknologi. Surakarta

Anonim. (1979). Farmakope Indonesia, Edisi III. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

Banker, G.S. and Anderson, N.R. (1986). Tablets, in: Lachman, L. Lieberman, H.A., and Kanig, J.L.The Theory and Practise of Industrial Pharmacy, 3rdEdition, Marcel Dekker lnc., New York

Collet, J., and Moreton, C. (2002). Modified-release Peroral Dosage Form, dalam Aulton, M.E., Pharmaceutics: The Science Of Dosage Forms Design, Tablets, Edisi II, Churchill Livingstone, Edinburg-London-New York-Philadelphia-St Louis Sydney-Toronto, 289-305

Sulaiman, T.N.S. (2007). Teknologi dan Formulasi Sediaan Tablet, Yogyakarta: Pustaka Laboratorium Teknologi Farmasi Fakultas Farmasi UGM.

Siregar, Charles J.P. Prof. (2010). Teknologi Farmasi Sediaan Tablet, UI Press Jakarta

Abdou, HMJ. (1989). Dissolution Bioavailability and Bioequivalence. Pennsylvania: Mach Publishing Company




DOI: https://doi.org/10.29208/jsfk.2016.3.1.93

Article Metrics

Abstract view : 1834 times
PDF view/download : 4576 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

 Google Scholar         

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.