Studi Sistem Dispersi Padat Klaritromisin – Eudragit L100

Yuska Noviyanty, Elfi Sahlan Ben, Erizal Zaini

Abstrak


            Telah dilakukan penelitian pembentukan sistem dispersi padat klaritromisin-Eudragit L100. Dispersi padat dibuat dengan  perbandingan berat (b/b) menggunakan metode pelarutan. Analisa DTA dispersi padat diperoleh pada Eudragit L 100 mempengaruhi posisi dan ketajaman puncak. Analisa difraksi sinar-x menunjukkan bahwa dispersi padat klaritromisin – Eudragit L 100 berupa amorf dan tidak menghasilkan fase kristalin baru. Hasil analisis SEM dispersi padat menunjukkan kristal Eudragit L 100 lebih kecil (amorf) dan menempel pada permukaan kristal klaritromisin. Analisis spektrofotometer IR menunjukkan tidak ada interaksi kimia antara klaritromisin – Eudragit L 100. Penetapan kadar klaritromisin dengan KCKT fase gerak metanol dan 0,067 M KH2PO4 13:7 ditambah asam fospat pH 4,0. Hasil profil disolusi pada waktu 60 menit berturut-turut untuk klaritromisin  45,73%, CF (1:1) 49,86 %,  DP (1:1) 51,53 %, DP (2:1) 55,87 % dan DP (1:2) 58,97 % Dispersi padat 1:2 (b/b) memiliki peningkatan laju disolusi jika dibandingkan dengan klaritromisin.


Kata Kunci


dispersi padat; klaritromisin; eudragit l100

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Shargel, L., B. C. Yu and Adrew. (2005). Biofarmasetika Farmakokinetika Serapan (Edisi 2). Penerjemah: Fasich. Surabaya: Unair Press.

Ansel, Howard C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi (F.Ibrahim, Trans. IV ed.). Jakarta: UI Press.

Chiou, W. L., & Riegelman, S. (1971). Pharmaceutical Applications of Solid Dispersion System. J. of Pharm. Sci., 60, (9), 1281-1302.

Ganiswara,S. (2007). Farmakologi dan Terapi. Edisi kelima. Bagian Farmakologi FKUI. Jakarta. Universitas Indonesia Press. Hal. 720-721

Goodman,L.S., and A.,Gilman.,(1990).,The Pharmacologic Basic Of Therapetic Eighth Edition.,Mc Millan Publication Co, New York.

Martindale, (1982), The Extra Pharmacopeia ed 28th, The Pharmaceutical Press, London.

Lennernas,H.,Abrahamsson, B.,(2005). The use of biopharmaceutic classification if drugs in drug discovery and development: current status and future extension.J.Pharm.Pharmacol.57,273-85

Mohammadi, G., Hemati, V., Nikbakht, M.-R., ShahlaMirzaee, Fattahi, A., Ghanbari, K., & Adibkia, K. (2014). In vitro and in vivoevaluation of clarithromycin–urea solid dispersions prepared by solvent evaporation, electrospraying and freeze drying methods. Powder Technol, 257, 168-174.

Pereira Junia,M., Ariza Raquel Mejia, ilevbare A Grace, E.Mc Gettigan Heather (2013).“Interplay of Degradation, Dissolution and Stabilization of Claritromycin and its Amorphous Solid Dispersion”. Molecular pharmaceutics.,10,4640-4653.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2010), Suplemen II Farmakope Indonesia ( Edisi IV), Jakarta., Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Rowe, R. C, Paul J.S, Sian C.O (2006). Handbook of Pharmaceutical Excipient, (5 th Ed). London: The Pharmaceutical Press

Kritika Thakur., Nagpal Meenu.,Aggarval Geeta., Kaur Rupinder., Kumar Jain Upendra.,(2014). Development and Evaluation of Solid Dispersion Using Binary and Ternary Complexes., Departemen of Pharmaceutics., India., 1793-1812.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia ( 2011) , Suplemen III Farmakope Indonesia ( Edisi IV), Jakarta., Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Fried, Joel R.(1995). Polymer science and technology. New Jersey: Prentice Hall PTR




DOI: https://doi.org/10.29208/jsfk.2016.2.2.68

Article Metrics

Abstract view : 664 times
PDF view/download : 2108 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

 Google Scholar         

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.