Persepsi dan Kecenderungan Keterlibatan Apoteker di Apotek pada Proses Rekonsiliasi Obat

Eko Setiawan, Sylvi Irawati, Bobby Presley, Susilo Ari Wardhani

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk memotret persepsi dan kecenderungan kesediaan apoteker yang bekerja di apotek di sebuah kabupaten untuk terlibat dalam program rekonsiliasi obat. Dua buah pertanyaan panduan tertulis diberikan kepada setiap peserta dan peserta diminta kesediaannya untuk menjawab pertanyaan tersebut pada lembar yang telah disediakan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode thematic analysis. Total terdapat 31 apoteker yang bersedia terlibat dalam penelitian ini. Seluruh peserta penelitian berpersepsi bahwa proses rekonsiliasi obat penting untuk diimplementasikan. Hampir seluruh peserta (30 dari 31 apoteker) memiliki kecenderungan untuk bersedia terlibat dalam proses rekonsiliasi obat. Terdapat 3 tema utama pertimbangan yang mendasari kecenderungan apoteker di apotek untuk bersedia terlibat dalam proses rekonsiliasi obat. Apoteker peserta penelitian yang bekerja di apotek memiliki persepsi dan kecenderungan yang baik untuk berkontribusi dalam proses rekonsiliasi obat. Identifikasi faktor-faktor yang berpotensi menjadi penghalang implementasi proses rekonsiliasi obat oleh apoteker di apotek perlu dilakukan sebelum program rekonsiliasi obat ini diimplementasikan dalam suatu daerah.

Kata Kunci


rekonsiliasi obat; apoteker; apotek

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Institute for Safe Medication Practices Canada. 2012. Potential medication reconciliation indicators for public reporting in Ontario. Toronto

Vander Schrieck-de Loos, E., van Groenestijn, A., (2011). High 5's medication reconciliation SOP: international standard operating procedure for medication reconciliation in the Netherlands. KIZ Journal for Quality and Safety in Healthcare. 21,26-29.

Kwan, J. L., Lo, L., Sampson, M., & Shojania, K. G. (2013). Medication reconciliation during transitions of care as a patient safety strategy: a systematic review. Annals of internal medicine, 158, 397-403.

Urban, R., Armitage, G., Morgan, J., Marshall, K., Blenkinsopp, A., & Scally, A. (2014). Custom and practice: A multi-center study of medicines reconciliation following admission in four acute hospitals in the UK. Research in Social and Administrative Pharmacy, 10(2), 355-368.

Super, T. M., Phillips, S. W., Coffey, R. P., & Patterson, S. A. (2014). Impact of Pharmacist Facilitated Discharge Medication Reconciliation. Pharmacy, 2(3), 222-230.

Curatolo, N., Gutermann, L., Devaquet, N., Roy, S., & Rieutord, A. (2015). Reducing medication errors at admission: 3 cycles to implement, improve and sustain medication reconciliation. International journal of clinical pharmacy, 37(1), 113-120.

Buckley, M. S., Harinstein, L. M., Clark, K. B., Smithburger, P. L., Eckhardt, D. J., Alexander, E., ... & Kane-Gill, S. L. (2013). Impact of a clinical pharmacy admission medication reconciliation program on medication errors in high-risk patients. Annals of Pharmacotherapy, 47(12), 1599-1610.

Eisenhower, C. (2013). Impact of pharmacist-conducted medication reconciliation at discharge on readmissions of elderly patients with COPD. Annals of Pharmacotherapy. 48,203-208.

Leguelinel-Blache, G., Arnaud, F., Bouvet, S., Dubois, F., Castelli, C., Roux-Marson, C., ... & Kinowski, J. M. (2014). Impact of admission medication reconciliation performed by clinical pharmacists on medication safety. European journal of internal medicine, 25(9), 808-814.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada jaminan kesehatan. Jakarta.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Jakarta.

Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Republik Indonesia. (2009). Undang-undang Republik Indonesia No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2014 tentang standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan. Jakarta.

Fishbein, M., & Ajzen, I., (1975). Belief, attitude, intention, and behavior. Menlo Park, CA: Addison-Wesley.

Van Sluisveld, N., Zegers, M., Natsch, S., & Wollersheim, H. (2012). Medication reconciliation at hospital admission and discharge: insufficient knowledge, unclear task reallocation and lack of collaboration as major barriers to medication safety. BMC health services research, 12(1), 170.

Kennelty, K. A., Chewning, B., Wise, M., Kind, A., Roberts, T., & Kreling, D. (2015). Barriers and facilitators of medication reconciliation processes for recently discharged patients from community pharmacists' perspectives. Research in Social and Administrative Pharmacy, 11(4), 517-530.

Ogden, J., (2007). Health psychology. 4th ed. Open University Press.

Blue, C. L. (2007). Does the Theory of Planned Behavior Identify Diabetes?Related Cognitions for Intention to Be Physically Active and Eat a Healthy Diet?. Public Health Nursing, 24(2), 141-150.

Widayati, A., Suryawati, S., de Crespigny, C., & Hiller, J. E. (2015). Beliefs About the Use of Nonprescribed Antibiotics Among People in Yogyakarta City, Indonesia A Qualitative Study Based on the Theory of Planned Behavior. Asia-Pacific Journal of Public Health, 27(2), 402-413.

Mirkuzie, A. H., Sisay, M. M., Moland, K. M., & Åstrøm, A. N. (2011). Applying the theory of planned behaviour to explain HIV testing in antenatal settings in Addis Ababa-a cohort study. BMC health services research, 11(1), 196.

Boockvar, K. S., Santos, S. L., Kushniruk, A., Johnson, C., & Nebeker, J. R. (2011). Medication reconciliation: barriers and facilitators from the perspectives of resident physicians and pharmacists. Journal of Hospital Medicine, 6(6), 329-337.

Freund, J. E., Martin, B. A., Kieser, M. A., Williams, S. M., & Sutter, S. L. (2013). Transitions in care: medication reconciliation in the community pharmacy setting after discharge. Innovations in pharmacy. 4,1-6.




DOI: https://doi.org/10.29208/jsfk.2015.2.1.55

Article Metrics

Abstract view : 656 times
PDF view/download : 1489 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

 Google Scholar      

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.