Kajian Pengawasan Peredaran Obat Keras di Sumatera Barat oleh BBPOM di Padang

Firdaus Thantawi, Erizal Erizal, Elfi Sahlan Ben

Abstrak


Kemajuan di bidang teknologi dan transportasi menyebabkan produk farmasi dengan cepat menyebar. Tingginya kebutuhan obat keras oleh masyarakat, murahnya harga obat di sarana tidak berwenang, masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan keamanan, kemanfaat dan mutu obat yang disediakan sarana yang berwenang mengakibatkan fenomena tingginya peredaran obat keras di sarana yang tidak berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja BBPOM di Padang, tingkat keberhasilan penegakan hukum dan tingkat keberhasilan peningkatan kesadaran masyarakat. Penelitian bersifat evaluatif dengan pendekatan triangulasi. Responden kuesioner sejumlah 70 orang yang berasal dari 7 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Responden wawancara terstruktur sejumlah 10 orang yang berasal dari pejabat struktural BBPOM di Padang dan Jayapura. Sebanyak 5 jenis kuesioner divalidasi dengan nilai reliabilitas 0.8427; 0.8507; 0.7493; 0.7399 dan 0.8272. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi trend peningkatan peredaran obat keras di TOB sebesar 24%; 45% dan 49%, sedang di swalayan terjadi penurunan sebesar 17%, 17% dan 8%. Penegakan hukum di bidang obat terjadi peningkatan sebesar 33.3%; 70.0% dan penurunan 18.2%. Pemberdayaan konsumen melalui peningkatan pemahaman obat keras (92.9% dan 100.0%). Kesimpulan penelitian ini adalah kinerja BBPOM di Padang telah cukup optimal dengan strategi pengawasan rutin, pemberdayaan konsumen, penegakan hukum dan sinergitas dengan stakeholder terkait

Kata Kunci


Obat Keras; Pengawasan; BBPOM di Padang, Triangulasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BPOM, 2016. Laporan Tahunan BPOM RI Tahun 2015. Jakarta: Badan POM RI; 2015

Putra DA, Pengawasan Penjualan Obat Keras oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Pekanbaru Berdasarkan Undang-Undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. JOM Fakultas Hukum. 2014; 1(2):1-15

Lall SB, Paul R, Measure to Reduce Non-Medical Use of Prescription Drugs in South Asia. Chapter XII. 2001; 205-215

UU, Undang-Undang Kesehatan No 36. UU. Jakarta: Sekretariat Negara RI, 2009

Kurniawati M, Pengawasan Terhadap Pelayanan Obat Keras Tanpa Resep Dokter di Apotek oleh Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2013

WHO, The Pursuit of Responsible Use of Medicines: Sharing and Learning from Country Experiences [internet]. 2012 [cited 3 July 2018]. Available from http://www.who.int/medicines/areas/rational use/en

Menkes, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 189/Menkes/SK/III/2006 tentang Kebijakan Obat Nasional, Jakarta: Kementerian Kesehatan, 2006

Menkes, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 02396/A/SK/VIII/1986 tentang Tanda Khusus Obat Keras Daftar G, Jakarta: Kementerian Kesehatan, 1986

Menkes, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 2380/A/SK/VI/1983 tentang Tanda Khusus Untuk Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas, Jakarta: Kementerian Kesehatan, 1983

Menkes, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika, Jakarta: Kementerian Kesehatan, 2017

Nita A., Urgensi Pembentukan Regulasi Penjualan Obat Melalui Media Online. Jurnal Legislasi Indonesia. 2018. Vol 15(1): 37-48

Asiska P.D., Isna W., Denia P., May V., Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat di Desa Kumain Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisplin. 2019. Vol 2 (2):132:137

Evita A., Analisis Penanggulangan Peredaran Obat Keras dan Obat Tertentu Melalui Media Online. Indonesian Private Law Review. 2020. Vol 1(2): 65-76

Rokhman M.R., Mentari W., Satibi, Ria F.F., Naimatul M., Yenda A.P., Penyerahan Obat Keras Tanpa Resep di Apotek. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. 2017. Vol 7(3): 115-124

Andi S., Perlindungan Konsumen Terhadap Penyaluran Obat Keras Daftar G oleh Badan POM di Makasar. Jurisprudentie. 2017. Vol 4(2): 24-36

Yulia P., Kristin C.S., Hubungan Pengetahuan Pasien Tentang Obat Keras Terhadap Pembelian dan Kepatuhan Pasien Minum Obat Antibiotika Tanpa Resep Dokter di Apotek Kabupaten Kudus. Cendekia Journal of Pharmacy. 2019. Vol 3(2): 74-84

Sumartini D., Medikolegal Pengobatan Untuk Diri Sendiri (Swamedikasi) Sebagai Upaya Menyembuhkan Penyakit. Hukum dan Dinamika Masyarakat. 2017. Vol 15(1): 86-93

Ana H., Hafizah D., Murtyk D.P., Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi pada Mayarakat RW 8 Morobangun Jogotirto Berbah Sleman Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Manuntung. 2017. 3(2): 139-149

Keppres, Keputusan Presiden No 173. Kedudukan, Tugas, Fungsi, Wewenang, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Jakarta: Sekretariat Negara, 2000

BPOM, Peraturan Kepala Badan POM RI No 12. Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan POM. Jakarta: Berita Negara, 2018

Bachri BS, Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan. 2010, Vol 10(1): 46-62

Rahardjo M, Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif. Media Informasi and Kebijakan Kampus. 2010:1-5

BBPOM, Laporan Tahunan Balai Besar POM di Padang, Padang: BBPOM, 2019

BBPOM, Laporan Tahunan Balai Besar POM di Padang, Padang: BBPOM, 2018

BBPOM, Laporan Tahunan Balai Besar POM di Padang, Padang: BBPOM, 2017

BBPOM, Laporan Kinerja Balai Besar POM di Padang, Padang: BBPOM, 2019

BBPOM, Laporan Kinerja Balai Besar POM di Padang, Padang: BBPOM, 2018

BBPOM, Laporan Kinerja Balai Besar POM di Padang, Padang: BBPOM, 2017

BBPOM, Laporan Tahunan Balai Besar POM di Jayapura, Jayapura: BBPOM, 2019

BBPOM, Laporan Tahunan Balai Besar POM di Jayapura, Jayapura: BBPOM, 2018

BBPOM, Laporan Tahunan Balai Besar POM di Jayapura, Jayapura: BBPOM, 2017

BPOM, Laporan Tahunan BPOM RI Tahun 2018. Jakarta: Badan POM RI, 2019

BPOM, Laporan Tahunan BPOM RI Tahun 2017. Jakarta: Badan POM RI, 2018

BPOM, Laporan Tahunan BPOM RI Tahun 2016. Jakarta: Badan POM RI, 2017

Febrianawaty Y., Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif. Jurnal Tarbiyah. 2018. Vol 7(1): 17-23

Salma H., Lailatussaadah, Validitas dan Reliabilitas Instrumen Pengetahuan Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan Menggunakan Model Rasch. Jurnal Ilmiah Didaktika. 2016. Vol 16(2): 169-179

Yulyanti F., Fahmi M., Validitas dan Reliabilitas Konstruk Pengukuran Perpustakaan Ideal Berbasis Pemakai dengan Pendekatan Libqual. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan. 2017. Vol 6(2): 161-174




DOI: https://doi.org/10.25077/jsfk.8.2.221-227.2021

Article Metrics

Abstract view : 394 times
PDF view/download : 210 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

      

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.