Perbandingan Kejadian Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki Antara Kontrasepsi Suntik Tunggal dan Kombinasi di Kota Bengkulu

Yona Harianti Putri, Retnosari Andrajati, Arry Yanuar

Abstrak


Reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) adalah salah satu penyebab akseptor menghentikan penggunaan kontrasepsi. Penghentian kontrasepsi dapat meningkatkan kejadian kehamilan yang tidak dikehendaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kejadian ROTD dari penggunaan kontrasepsi suntik tunggal (Depo Medroksi Progesteron Asetat) dan kontrasepsi suntik kombinasi (MPA/Estradiol Sipionat). Desain penelitian adalah cross sectional uji dua populasi. Jumlah sampel sebanyak 65 akseptor kontrasepsi suntik tunggal dan 62 akseptor kontrasepsi suntik kombinasi. Kejadian ROTD dianalisis menggunakan Chi-Square dan uji regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan kejadian ROTD gangguan menstruasi lebih banyak terjadi pada akseptor kontrasepsi suntik tunggal (89.2%) dibanding akseptor kontrasepsi suntik kombinasi (38.7%) dengan P-value <0.001. Kejadian ROTD mudah marah lebih banyak terjadi pada akseptor kontrasepsi suntik tunggal (67.7%) dibanding akseptor kontrasepsi suntik kombinasi (46.8%) dengan P-value 0.017. Kejadian ROTD kurang gairah seksual lebih banyak terjadi pada akseptor kontrasepsi suntik tunggal (56.9%) dibanding akseptor kontrasepsi suntik kombinasi (37.1%) dengan P-value 0.025. Kejadian ROTD sakit kepala lebih banyak terjadi pada akseptor kontrasepsi suntik tunggal (56.9%) dibanding akseptor kontrasepsi suntik kombinasi (50.0%), akan tetapi perbandingannya tidak signifikan (P-value 0.434). Kejadian ROTD gangguan menstruasi 13 kali lebih banyak terjadi pada akseptor kontrasepsi suntik tunggal dibanding kombinasi.


Kata Kunci


Kontrasepsi suntik; ROTD; DMPA; Estradiol Sipionat.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


WHO. Task Sharing to Improve Access to Family Planning/Contraception. Geneva: World Health Organization; 2018.

Jenny L, Jennifer S, Nadia DS. Predictors of DMPA-SC Continuation Among Urban Nigerian Women; The Influence of Counseling Quality and Side Effect. Contraception. 2018; 98(5):430-437.

BPS, BKKBN, Kementerian Kesehatan, ICF International. Indonesia Demographic and Health Survey 2012. Indonesia: Jakarta; 2013.

Ni Made AR, Retnosari A, Sudibyo S. Perbandingan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Zat Tunggal dan Kombinasinya Terhadap Kejadian Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki di Satu Bidan Praktik Kota Depok. Jurnal Kefarmasian Indonesia. 2017; Vol 7:46-54.

Firoozeh V, Maryam Z. Comparison of Two Different Injectable Contraceptive Methods: Depo-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) and Cyclofem. Journal of Family and Reproductive Health. 2013; Vol 7, No 3.

Sikolia ZW, William RS, Evan S. Health-Related Quality of Life Changes among Users of Depot-Medroxyprogesterone Acetate for Contraception. Contraception. 2011; 84:e7-e22.

Dipiro JT, Talbert RL, Yee GC, Matzke GR, Wells BG, Posey LM. Pharmacotherapy, A Pathophysiologic Approach. New York: The McGraw-Hill; 2008. p. 1313-1327.

IBM Micromedex. Estradiol Cypionate/Medroxyprogesterone Acetate [Internet]. Micromedex [Cited 6 Juli 2018]. Available from: https://www.micromedexsolutions.com/micromedex2/librarian.

Philip DS. Lisa MS, Mark HE, Mindy AS, David P, Anthony JV. Essentials of Family Medicine 6th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2012. p. 309-326.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Indonesia: Jakarta; 2017.

Stanley L, David W.H.Jr, Janelle K, Stephen KL. Adequacy of Sample Size in Health Study. Geneva: WHO; 1990.p. 21-23.

Giti O, Zohre S, Mahrokh D, Masoumeh S, Maryam B, Malihe N. Comparison of Sexual Dysfunction in Women Using Depo-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) and Cyclofem. J. Reprod Infertil. 2015;16(2):102-108.

Dipiro JT, Talbert RL, Yee GC, Matzke GR, Wells BG, Posey LM. Pharmacotherapy, A Pathophysiologic Approach 9th Edition. New York: The McGraw-Hill; 2014. p. 1271-1286

Wei S, Schmidt MD, Dwyer T, Norman RJ, Venn AJ. Obesity and Menstrual Irregularity: Associations with SHBG, Testosterone, and Insulin. Obesity. 2009;17(5):1070–76.

Najam R, Huda N, Pant A, Chaudhry HH. Assessment of Bone Health in Pregnant Women: A Clinical Study. International Journal of Contemporary Surgery. 2014;2(1):64-6.

Wise BL, Niu J, Zhang Y, Felson DT, Bradley LA, Segal N. The Association of Parity with Osteoarthritis and Knee Replacement in The Multicenter Osteoarthritis Study. Osteoarthritis and Cartilage. 2013;21(12):1849–54.

Shaarawy M, El-Mallah SY, Seoudi S, Hassan M, Mohsen IA. Effects of The Long-Term Use of Depot Medroxy Progesterone Acetate as Hormonal Contraceptive on Bone Mineral Density and Biochemical Markers of Bone Remodeling. Contraception. 2006; 74(4):297– 302.

Nancy GB. Managing Adverse Effect of Hormonal Contraceptives. Am Fam Physician. 2010;82(12):1499-1506.

Sukhbir S, Carolyn B, Sheila D, Nicholas L, Wendy LW. Abnormal Uterine Bleeding in Premenopausal Women. J Obstet Gynaecol Can. 2018;40(5):391–415.

Anna G. Combined Hormonal Contraception. Women Health Medicine. 2006;3:6.

Apgar BS, Greenberg G. Using Progestins in Clinical Practice. Am Fam Physician. 2000;62(8):1839-1846.

Toffol E, Heikinheimo O, Koponen P, Luoto R, Partonen T. Hormonal Contraception and Mental Health: Results of A Population-Based Study. Human Reproduction. 2011;26(11):3085-93.

Shepherd JE. Effects of Estrogen on Cognition, Mood, and Degenerative Brain Diseases. J American Pharmacists Association. 2001;41(2):221-228.

Cappelletti, M, Wallen K. Increasing Women’s Sexual Desire: The Comparative Effectiveness of Estrogens and Androgens. Horm Behav. 2016;78: 178-193




DOI: https://doi.org/10.25077/jsfk.5.3.154-159.2018

Article Metrics

Abstract view : 391 times
PDF view/download : 851 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

       

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.