Analisis Ketepatan Pemilihan dan Penentuan Regimen Obat pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Zulkarni R, Nessa Nessa, Yumna Athifah

Abstrak


Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit kronis paru-paru dengan karakteristik resistensi aliran udara yang benar-benar tidak dapat dipulihkan atau pulih sebagian dan progresif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperkirakan bahwa jumlah kasus COPD akan meningkat dari peringkat 6 pada tahun 1990 menjadi peringkat 3 pada tahun 2020 sebagai penyebab kematian paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Pentingnya menginformasikan keakuratan pemilihan obat dan penentuan regimen adalah untuk meningkatkan rasionalitas obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran ketepatan pemilihan obat dan penentuan regimen PPOK pada pasien dengan rawat inap COPD Mayor Jenderal H.A Thalib Kab.Kerinci. Jenis penelitian adalah deskriptif, pengambilan data dilakukan secara prospektif melalui rekam medis pasien untuk periode Maret-Mei 2018 dan dengan teknik pengumpulan data dalam bentuk total sampling. Sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian diperoleh 30 sampel. Pada hasil penyajian data deskriptif, penilaian akurat berdasarkan pemberian obat COPD pada pasien ada pemilihan obat yang tepat yaitu 74,83%, penentuan regimen obat 100% dan evaluasi pemantauan pasien yang diobati COPD sembuh 100%

Kata Kunci


Ketepatan Pemilihan; Penentuan Regimen Obat; PPOK

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Descramer M, Troosters T, Casaburi R, Gosselink R. 2010. Global Srategy for the Diagnosis, Management, and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease.

PDPI. 2003. PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) & Pedoman Praktis Diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta. p 1-18

Departemen Kesehatan RI. 2008. Pedoman Pengendalian Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK). Dirjen Pengendallian Penyakit Tidak Menular. Jakarta. Kep.Men.Kes RI No.1022/Menkes/SK/XI/2008.

Kementerian Kesehatan RI. 2011. Modul Penggunaan Obat Rasional. Bina Kefarmasian dan Alat kesehatan

Adusumilli dan Adepu. 2014. Drug related problems: an over view of various classificaton systems. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 7 (4), 7–10.

Joenoes, N. Z. 2001. ARS Prescribendi Resep yang Rasional. Edisi ke-2. Airlangga University Press : Surabaya.Kidney Disease Outcomes Quality Initiative, National Kidney F. 2006. Clinical Practice Guidelines and Clinical Practice Recommendations for Anemia in Chronic Kidney Disease. American journal of kidney diseases: Elsevier

www.rsumhat.com diakses pada 11 Februari 2018

Firdausi. 2014. Hubungan derajat obstruksi paru dengan kualitas hidup dengan penderita PPOK di RSUD DR.Soedarso Pontianak [naskah publikasi]. Pontianak : Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.

Solikhah S, Yunus F, Wiyono F. 2012. Kadar Desmosine Serum pada Penyakit Paru Obstruktif Stabil. J Respir Indo.;32:223-232.Nurhalimah. 2012. Studi Kasus Drug Related Problem (DRP) Kategori penyesuaian dosis pasien gagal ginjal kronik di RSUP DR. MM. Bunda Limboto.

Oktavia, W. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Penderita Penyakit Paru Obstriksi Kronis (PPOK) d RSUD Arifin Achmad. Pekanbaru: Program StudiIlmu Keperawatan Universitas Riau.

Mahawati E. 2014. Instrumen Deteksi Dini Paparan Kronis Pestisida dalam Pengendalian Faktor Risiko PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) pada Petani di Kecamatan Gubug, Tangguharjo dan Tegowanu Kabupaten Grobogan [laporan akhir penelitian disertasi dokror]. Semarang : Universitas Dian Nuswantoro.

Suradi. 2007. Pengaruh Rokok pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Tinjauan Patogensis, Klinis dan Sosial. Surakarta : Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Dipiro JT, Talbert RL, Yee GC, Matzkee GR, Wells BG, Posey LM (Eds. 6). 2008. Pharmacotheraphy A Pathophysilogic Approach Edisi ke-7. New York: Mc Graw-Hill Medical Publishing Division. P.1334-1356.

Calverley PM, Anderson JA, Celli B, Ferguson GT, Jenkins C, Jones PW. 2007. Salmeterol and Fluticasone Propionate and Survival in Chronic Obstructive Pulmonary Disease. N Engl J Med. Feb 22. 356(8):775-89

Chen D, Restrepo MI, Fine MJ, Pugh MJ, Anzueto A, Metersky ML, Nakashima B, Good C, Mortensen EM. 2011. Observational Study of Inhaled Corticosteroids on Outcomes for COPD Patients with Pneumonia. Am J Respir Crit Care Med. Aug 1. 184(3):312-6.Diah Ferdiana, Y. 2010. Kajian Drug Related Problem (DRP) Pada terapi pasien preeklampsia dan eklampsia Rawat inap di Rumkital DR. Ramelan Surabaya.Surabaya: Unika Widya Mandala Surabaya.




DOI: https://doi.org/10.25077/jsfk.6.2.158-163.2019

Article Metrics

Abstract view : 1023 times
PDF view/download : 2893 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

       

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.