Analisis Logam Kromium (Cr) Pada Sediaan Perona Pipi (Blush On) Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Regina Andayani, Siti Yulia Rahma, Martinus Martinus

Abstrak


ABSTRAK

Kromium merupakan logam berat yang dilarang penggunaannya dalam sediaan kosmetik. Efek logam kromium apabila terpapar pada kulit dapat menyebabkan dermatitis, oedema dan borok yang dapat meluas pada kulit. Analisis logam kromium (Cr) pada sediaan perona pipi (Blush On) secara Spektrofotometri Serapan Atom telah dilakukan. Masing-masing sampel didestruksi terlebih dahulu dengan cara destruksi kering, kemudian sampel dilarutkan dengan asam nitrat 6 N, larutan sampel diukur serapannya dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom menggunakan lampu katoda berongga kromium pada panjang gelombang 357,9 nm. Hasil dari penelitian ini adalah sampel merek IZ, VV, KS, MC terdeteksi mengandung logam kromium dengan kadar berturut-turut adalah 10,05 ± 0,05 µg/g; 6,74 ± 0,02 µg/g; 28,95 ± 0,19 µg/g; 13,52 ± 0,63 µg/g. Data menunjukan bahwa adanya kromium pada semua sampel.

Kata kunci: logam; kromium; perona pipi; spektrofotometri serapan atom

 

ABSTRACT

Chromium is a heavy metal which is prohibited from using it in cosmetic preparations. Effects of chromium metal, when exposed to the skin, can cause dermatitis, oedema and ulcers that can extend to the skin. Analysis of chromium (Cr) metal in blush preparations by Atomic Absorption Spectrophotometry was carried out. Each sample was first destructed by dry destruction, then the sample was dissolved with 6 N nitric acid, the absorption of the sample solution was measured by an atomic absorption spectrophotometer using a chromium hollow cathode lamp at a wavelength of 357.9 nm. The results showed that all samples under the IZ, VV, KS and MC brands were detected containing chromium metal with levels of 10.05 ± 0.05 μg/g respectively; 6.74 ± 0.02 µg/g; 28.95 ± 0.19 µg/g; 13.52 ± 0.63 µg/g. Data shows that the presence of chromium in all samples.

Keywords: metal; chromium; blush; atomic absorption spectrophotometry.

 


Kata Kunci


logam; kromium; perona pipi; spektrofotometri serapan atom

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


REFERENSI

BPOM RI. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.4.1745 tentang kosmetik. 2003

BPOM RI. Tentang perubahan atas peraturan kepala badan pengawas obat dan makanan nomor HK.03.1.23.12.10.11983 tahun 2010 tentang kriteria dan tata cara pengajuan notifikasi kosmetik. 2013.

Chauhan AS, Bhadauria R, Singh AK, Lodhi SS, Chaturvedi DK, Tomar VS. Determination of lead and cadmium in cosmetic products. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research. 2010;2(6):92-7.

Anonim. Rouge. Cosmetic and skin. 2018; [cited 28 Oktober 2018]. Available from : https://cosmeticsandskin.com/bcb/rouge.php

Campaign for Safe Cosmetics. Lead and other heavy metals [internet]. 2018. [cited 23-10-2018]. Available from: http://www.safecosmetics.org/get-the-facts/chemicals-of-concern/lead-and-other-heavy-metals/.

Effendi N, Pratama M, Kamaruddin H. Analisis kandungan logam berat merkuri (Hg) dan timbal (Pb) pada kosmetik lipstik yang beredar di kota Makassar dengan metode spekrofotometri serapan atom. As-Syifaa Jurnal Farmasi. 2014; 6(1):82-90.

Fatmawati F. Analisis Cd pada sediaan eyeshadow dari pasar Kiaracondong Bandung. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal. 2016;1(2).

Sani A, Gaya MB, Abubakar FA. Determination of some heavy metals in selected cosmetic products sold in kano metropolis, Nigeria. Toxicology reports. 2016; 3:866-9.

Adiwisastra A. Keracunan, Sumber, Bahaya serta Penanggulangannya. Penerbit Angkasa. Bandung. 1987.

Naalbandi H, Saeedi M, Moharrami Moghanlou O, Akbari J, Morteza-Semnani K, Alizadeh R, Esfahani-Zadeh MH, Tajbakhsh M. Evaluation of heavy metal content of some lipsticks in Iran market. Pharmaceutical and Biomedical Research. 2016; 2(3):31-7.

Widowati W, Sastiono A, Jusuf R. Efek Toksik Logam: Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Penerbit Andi. Yogyakarta. 2008:2-06.

Khopkar SM. Konsep Dasar Kimia Analitik, Terjemahan Basic Concepts of Analytical Chemistry. Universitas Indonesia, Jakarta. 2002.

Guideline IH. Validation of analytical procedures: text and methodology Q2 (R1). InInternational Conference on Harmonization, Geneva, Switzerland 2005 Nov (pp. 11-12).

Borman P, Elder D. Q2 (R1) Validation of Analytical Procedures. ICH Quality Guidelines. Wiley-Blackwell. 2017; 127-66.

AOAC Official Methods of Analysis. Guidelines for Standard Method Performance Requirements. 2016; Appendix F, p.6

Faruruwa MD, Bartholomew SP. Study of heavy metals content in facial cosmetics obtained from open markets and superstores within Kaduna metropolis, Nigeria. Am. J. Chem. Appl. 2014;1(2):27-33.

BPOM RI. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor : HK.00.05.42.1018 Tentang Bahan Kosmetik. 2008.




DOI: https://doi.org/10.25077/jsfk.5.3.185-190.2018

Article Metrics

Abstract view : 663 times
PDF view/download : 2420 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

       

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.