Studi Prospektif Adverse Drug Reactions (ADRS) Obat Hipoglikemik Oral Terhadap Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Suatu Rumah Sakit, Padang

Rahmi Yosmar, Nadia Putri Inanta, Yelly Oktavia Sari

Abstrak


Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang banyak dijumpai pada masyarakat. Terapi farmakologi diabetes melitus tipe 2 salah satunya dilakukan dengan pemberian obat hipoglikemik oral (OHO) yang dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya Adverse Drug Reactions (ADRs). Jenis ADRs yang umum terjadi adalah reaksi tipe A (Augmented) yaitu reaksi yang diperkirakan sebelumnya dan bergantung pada dosis obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosiodemografis pasien dan mengevaluasi angka kejadian serta jenis ADRs yang ditimbulkan oleh obat hipoglikemik oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Juli – September  2018. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pengumpulan data secara prospektif. Setiap ADRs aktual yang terjadi dihitung probabilitasnya dengan menggunakan algoritma Naranjo scale.  Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 37 sampel yang memenuhi kriteria inklusi, dimana 51,35% berjenis kelamin wanita dan berusia >56 tahun sebanyak 59,46%. Pola penggunaan obat hipoglikemik oral yang paling banyak digunakan adalah kombinasi metformin dengan glimepirid sekitar 32,43 %. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 8,1 % pasien mengalami kasus ADRs. Obat hipoglikemik oral yang diduga menjadi penyebab timbulnya ADRs tersebut adalah metformin dan metformin-glimepirid dapat menyebabkan mual dengan kategori possible ADRs serta metformin-glimepirid-acarbose yang menyebabkan terjadinya flatulensi dengan kategori probable ADRs.

 

 


Kata Kunci


Adverse Drug Reactions, Diabetes Mellitus Tipe 2, Naranjo Scale.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


. Kardika IB, Sianny Herawati IW. Preanalitik Dan Interpretasi Glukosa Darah Untuk Diagnosis Diabetes Melitus. Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. 2015;1:1689-99.

. Departemen Kesehatan RI. Pharmaceutical care untuk penyakit Diabetes Mellitus. Departemen Kesehatan RI, Jakarta. Hlm. 2005;7.

. Sujaya IN. Pola konsumsi makanan tradisional Bali sebagai faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe 2 di Kabupaten Tabanan (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada). 2006.

. Christianie M, Setiati S, Trisna Y, Andrajati R. Kejadian reaksi obat yang tidak dikehendaki yang menyebabkan pasien usia lanjut dirawat di RSCM. JFIOnline| Print ISSN 1412-1107| e-ISSN 2355-696X. 2007;3(4).

. Saravanan K, Manna PK, Mohanta GP, Manavalan R. A study of adverse drug reaction on drugs used in the management of type 2 diabetic mellitus. Journal of Pharmacy Research Vol. 2011 Oct;4(10):3394-5.

. BhattacharjeeA GM, Agrawal S. Adverse drug reaction monitoring of newer oral anti-diabetic drugs–A pharmacovigilance perspective. International Journal of Pharmacological Research. 2016;6(4):142.

. Deb T, Chakrabarty A, Ghosh A. Adverse drug reactions in Type 2 diabetes mellitus patients on oral antidiabetic drugs in a diabetes outpatient department of a tertiary care teaching hospital in the Eastern India. International Journal of Medical Science and Public Health. 2017 Mar 1;6(3):554-8.

. Putra OF. Identifikasi Adverse Drug Reactions Penggunaan Obat Antidiabetes Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Periode Februari-April 2013 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

. Fitriyani F, Supadmi W. Evaluasi Adverse Drug Reaction Antidiabetes berdasarkan Algoritma Naranjo di Bangsal Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Periode Desember 2011-Januari 2012. Pharmaciana. 2012 Nov 1;2(2).

. Lee A, editor. Adverse drug reactions. Pharmaceutical press; 2006.

. Awad AA, Al-Eisa E, Alghwiri A. Diabetes risk 10 years forecast in the capital of Saudi Arabia: Canadian Diabetes Risk Assessment Questionnaire (CANRISK) perspective.2014.

. Awad N, Langi YA, Pandelaki K. Gambaran Faktor Resiko Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Poliklinik Endokrin Bagian/SMF FK-UNSRAT RSU Prof. Dr. RD Kandou Manado Periode Mei 2011-Oktober 2011. Jurnal e-Biomedik. 2013;1(1).

. Bennett PH. Epidemiology of type 2 diabetes mellitus. Diabetes mellitus: a fundamental and clinical text. 2nd ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. 2000:544-70.

. Rochmah W. Diabetes melitus pada usia lanjut. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi. 2006;4:1915-8.

. Indonesia PE. Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PB. PERKENI. 2015.

. Ingle PV, Talele GS. Adverse effects of metformin in combination with glimepiride and glibenclamide in patients with type 2 diabetes mellitus. Asian J Pharm Clin Res. 2012;5(Suppl 1):108-10.

. Andayani TM, Ibrahim MI, Asdie AH. Pengaruh kombinasi terapi sulfoniluria, metformin, dan acarbose pada pasien diabetes mellitus tipe2. Majalah Farmasi Indonesia. 2009;20(4):224-30.

. Fowler MJ. Hypoglycemia. Clinical Diabetes. 2008 Oct 1;26(4):170-3.

. Sheehan MT. Current therapeutic options in type 2 diabetes mellitus: a practical approach. Clinical Medicine & Research. 2003 Jul 1;1(3):189-200.

Adhikari A, Bhowal T, Ray M, Chatterjee S, Mukherjee AK, Das AK. Investigation Of Adverse Drug Reactions Related To Metformin Use In Patients Of Type 2 Diabetes Mellitus In A Tertiary Care Hospital In Kolkata, West Bengal, India. Explor. Anim. Med. Res. 2013;3:117-22.

. McEvoy GK, editor. AHFS drug information, 2000. American Society of Health-System Pharmacists; 2000.

. Achmad A. Kejadian Efek Samping Potensial Terapi Obat Anti Diabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Berdasarkan Algoritme Naranjo. Pharmaceutical Journal of Indonesia. 2017 Sep 30;2(2):45-50.

Lacy CF, Armstrong L, Goldman MP, Lance LL. Metformin, dalam. Drug Information Handbook. 2014:954-6.

. Arifin AL. Panduan terapi diabetes mellitus tipe 2 terkini. Abstrak. 2012.

. Prest MS, Kristianto FC, Chik KT. Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki. 2003.




DOI: https://doi.org/10.25077/jsfk.5.3.169-175.2018

Article Metrics

Abstract view : 540 times
PDF view/download : 3474 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

 Google Scholar         

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.