Efektifitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik

Nesa Agistia, Husni Mukhtar, Hansen Nasif

Abstrak


Pasien Infeksi ulkus kaki diabetik memerlukan penggunaan antibiotik, antibiotik yang sering digunakan mempunyai sensitifitas rendah dan beberapa pasien pada penggunaannya dalam keadaan resistensi, evaluasi efektifitas antibiotik perlu dilakukan untuk mengatasi masalah penggunaan antibiotik saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan studi longitudinal dan teknik pengambilan sampel secara prospektif. Paramater yang diamati adalah keadaan leukosit, tanda infeksi dan demam seteleh pemberian antibiotik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menentukan efektifitas antibiotik berdasarkan literatur yang mendukung. Hasil perolehan sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 19 sampel pasien infeksi ulkus kaki diabetik yang memenuhi kriteria dari 28 orang populasi terdiri dari 63,16% pasien laki-laki dan 36,84% pasien perempuan, 68,42 % usia 45-60 tahun dan lama diabetes terbanyak adalah > 10 tahun. Hasil evaluasi efektifitas antibiotik yaitu ditemukan 8 orang pasien yang menggunakan antibiotik secara dugaan (empiris) dan 11 orang pasien menggunakan antibiotik berdasarkan sensitifitas (definitif). Antibiotik efektif pada 15 orang subjek penelitian yaitu dapat memberikan respon pada leukosit, tanda infeksi dan parameter demam seteleh pemberian antibiotik 2-3 hari dan hasil terapi maksimal pada hari ke 7 sampai 21.


Kata Kunci


infeksi; kaki diabetes; ulkus; antibiotik; efektifitas.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Brand, P. (2000). The foot in diabetic. Diabetes Mellitus. ADA. Premtice hal International. Maryland.

Hatanta, A. (2013). Kajian Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Ulkus Kaki Diabetik IRNA PD RSUP Dr. M. Djamil Padang. (Tesis). Universitas Andalas. Padang.

Ahmad, J. (2016). The Diabetic Food. Diabetes & Metabolic Syndrome: Clinical research & reviews, 10(1), 48-60.

Decroli, E., Jazil, K., Asman, M., & Syafril, S. (2008). Profil Ulkus Diabetik Pada Penderita Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Majalah Kedokteran Indonesia, 58(1), 1-7.

Permenkes. (2011). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.

Frieri, M., Kumar, K., Boutin, A. (2017). Antibiotic Resistance. Jurnal of Infection and Public Health, 10(4), 369-378.

Frykberb, R. (2002). Risk Factor, Pathogenesis and Management of Diabetic Foot Ulcers. Des Moines University. Lowa.

Wells, B., Dipiro, J., & Terry, L. (2009). Pharmacotherapy Handbook, Seventh Edition. The McGraw-Hill Companies. Inc. New York.

Rochman, W. (2009). Diabetes Millitus pada Usia Lanjut. Jilid III. Edisi kelima. Balai Penerbit FK UI. Jakarta.

Hastuti, Rini, T. (2007). Faktor-faktor Risiko Ulkus Diabetika pada Penderita Diabetes Millitus (Studi kasus di RSUD Dr. Moewardi Surakarta). (Tesis). Universitas Diponegoro. Semarang.

Misnadiarly. (2006). Diabetes Mellitus Gangren, Ulcer, Infeksi. Penerbit Populer Obor. Jakarta.

Guyton, A., & Hall, J. (2012). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Alih bahasa Irawati dkk. EGC. Jakarta.

Dipiro, J., Robert, L., Gary, C., & Barbara, G. (2006). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach. Sixth Edition. The McGraw-Hill Companies. Inc.

Goldman, D., & Huskins, W. (2000). Control of Nosocomial Antimicrobial Resistant Bacteria: Strategy Priority, Clinical Infectious Disease. New York.

Noor, S., Rizwan, U. K. & Jamal, A. (2017). Understanding Diabetic Foot Infection and its Management. Diabetes & Metabolic Sindrome: Clinical Research & Reviews, 11(2), 149-156.

Mary, T., Alicia, T. & Adolf, W. K. (2012). Diabetic Foot Infection. Hospital Medicine Clinics, 1(2), e185-e198.

Katzung, B., Susan, B., Masters., & Anthony, J. (2010). Basic  Clinical Pharmacologiy 10th ed. McGraw-Hill Companies. USA.

Frykberg, R., Zgonis, T., & David, G. (2006). Diabetic Foot Disorders a Clinical Practice Guideline, An official publication of the American College of Foot and Ankle Surgeons. USA.

Brunton, L., Keith., & Donald, L. (2010). Goodman & Gillman’s Manual of Pharmacology and Therapeutics. Diterjemahkan oleh July Manurung. ECG. Jakarta.

Kahuripan, A., Retnosari, A. (2009). Analisis pemberian antibiotik berdasarkan hasil uji sensitifitas terhadap pencapaian clinical outcome pasien infeksi ulkus diabetik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung. Majalah Ilmu Kefarmasian, 6(2), 75-87.




DOI: https://doi.org/10.25077/jsfk.4.1.43-48.2017

Article Metrics

Abstract view : 284 times
PDF view/download : 1657 times



Jurnal Sains Farmasi & Klinis (J Sains Farm Klin) | p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435

Diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia - Daerah Sumatera Barat 

  Google Scholar       

 JSFK is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.